Jumat, April 09, 2010

KELUARGA SEJAHTERA


16 Edisi 109/Tahun Gemari XI/Pebruari 2010
POSDAYA
NI dikemukakan Rektor IPB Dr Ir Herry
Suhardiyanto, MSc, pada acara Rapat Koordinasi
dan Konsultasi (Rakortas) 50 Posdaya
Binaan IPB pada Selasa, 19 Januari lalu bertempat
di Auditorium Rektorat Andi Hakim
Nasoetion Kampus IPB Darmaga Bogor, Jawa
Barat. Hadir dalam Rakortas ini para pengurus
dan kader dari 50 Posdaya Binaan IPB, para mahasiswa
IPB yang selama ini melakukan pendampingan
program Posdaya, para dosen pendamping
KKN Posdaya, serta para kepala desa, camat,
dan utusan dari pemerintah daerah, di antaranya
dari Kabupaten dan Kota Bogor, Sukabumi,
Cianjur, Cimahi, Bandung, dan sebagainya.
“Go Field ini tidak ber-SKS (satuan kredit semester),
karena dasarnya adalah sukarela.
Ternyata mereka lebih bersemangat, dibanding
program KKN yang berorientasi nilai SKS, “
tandas Herry Suhardiyanto seraya bersyukur,
dari 50 Posdaya yang dibina IPB jumlahnya terus
bertambah dan berkembang kegiatannya.
Herry Suhardiyanto berharap berbagai kegiatan
yang terangkum dalam aktivitas Posdaya
di setiap daerah bisa menjadi solusi bagi berbagai
persoalan di masyarakat melalui programprogramnya.
Seperti pendidikan anak usia dini
(PAUD), perpustakaan keliling, pemberantasan
buta aksara, Posyandu, Pospindu lansia, serta
berbagai aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.
“Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan dan
tingkatkan serta mari kita sebarluaskan kepada
berbagai tempat lain, satu demi satu Posdaya kita
kembangkan di setiap lokasi, insya Allah banyak
hal yang kita lakukan,” tutur Rektor IPB Dr Ir
Herry Suhadiyanto, MSc, di hadapan peserta
Rakortas seraya menyampaikan terima kasih
kepada Pemkot Bogor, Yayasan Damandiri atas
kesepakatan MoU pemberdayaan masyarakat
hingga digelarnya acara Rakortas 50 Posdaya
Binaan IPB.
Wakil Walikota Bogor yang juga alumnus IPB,
Ir Achmad Ru’yat, MSi, mewakili Walikota Bogor
yang berhalangan hadir mengatakan, keberadaan
Posdaya sangat strategis karena menjadi
modal sosial penting.
“Peran pemkot adalah memberikan rasa
aman bagi masyarakat di mana ia tinggal. Di
sisi lain keberadaan pemkot memerlukan kerja
sama dengan berbagai stakeholders. Dan perguruan
tinggi merupakan stakeholder yang sangat
strategis untuk bersama-sama, bersinergi mengabdi
dan memberdayakan masyarakat sesuai
yang diamanatkan dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi,“ ungkap Ir Achmad Ru’yat, MSi, dengan
penuh semangat seraya merasa bangga kepada
peserta Rakortas yang antusias mengikuti acara.
I
Rakortas 50 Posdaya Binaan IPB:
Posdaya Merangsang Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera
Untuk memberdayakan masyarakat, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Herry
Suhardiyanto, MSc, menandaskan, prestasi yang ditekankan bagi mahasiswanya tidak semata-mata nilai
akademik, tetapi prestasi di bidang softskill juga bisa diraih di antaranya kewirausahaan yang
ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik. Karena itulah IPB bekerja sama dengan Ketua Yayasan
Damandiri Prof Dr Haryono Suyono menggerakkan program Go Field Posdaya yang dimulai tahun 2009
lalu dengan menerjunkan mahasiswa IPB dalam pembinaan Posdaya bagi masyarakat di sekitar kampus.
Direktur Akademik
Ditjen Dikti Depdiknas
Dr Ir Illah Sailah, MS,
(kedua dari kiri)
mengajak peserta
Rakortas senam untuk
mengasah otak supaya
lebih segar, sebelum
menyimak paparan Ketua
Yayasan Damandiri
Prof Dr Haryono Suyono.
[FOTO-FOTO: ADE S]
Edisi 109/Tahun Gemari XI/Pebruari 2010 _
17
Achmad menyampaikan apresiasi kepada Prof
Dr Haryono Suyono yang tidak pernah lelah, tidak
pernah berhenti memberikan sumbangan pemikirannya
dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan ini sangat penting karena institusi
keluarga adalah sumber kekuatan dalam mencetak
sumberdaya manusia berkualitas. Dicontohkannya,
di Kota Bogor ada 165 ribu jiwa dari total penduduk
900 jiwa kini masih hidup dalam kemiskinan.
“Adanya program-program Posdaya diharapkan
bisa membangkitkan masyarakat untuk
mengentaskan kemiskinannya. Oleh karena itu,
Rakortas ini sangat strategis dalam merumuskan
program-program yang menyentuh berbagai
aspek baik pendidikan, ekonomi, kesehatan,
maupun dalam rangka penguatan modal sosial,”
jelas Achmad yang didaulat sebagai keynot spekaer
pada acara Rakortas 50 Posdaya Binaan IPB.
Diakui Achmad, penguatan modal sosial ini
penting dalam mewujudkan masyarakat yang
sejahtera. “Dalam penguatan modal sosial diharapkan
golongan kaya memiliki kepedulian untuk
membantu golongan yang belum beruntung,
karena masih terkungkung dalam kemiskinan di
lingkungannya,” tegas Wakil Walikota Bogor Ir
Achmad Ru’yat, MSi.
Forum Konsultasi Posdaya
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr Ir
Pudji Muljono mengatakan, kegiatan utama Rakortas
sebagai wadah koordinasi dan konsultasi
dana para pengurus Posdaya Binaan IPB dapat
mengkonsultasikan berbagai kegiatannya.
Dikatakannya, di akhir acara ini akan dibentuk
Forum Konsultasi Posdaya. Menurutnya,
pengembangan Posdaya yang dilakukan P2SDM
IPB terdiri dari enam bentuk yakni: kerja sama
dengan Yayasan Damandiri, kerja sama dengan
pemkot, corporate social responsibity (CSR) berbagai
perusahaan, Kuliah Kerja Profesi (KKP) Tematik
Posdaya, Go Field dan Bhakti Sosial.
“Diharapkan melalui kegiatan Posdaya ini bisa
menjadi etalase IPB dalam kegiatan pengabdian
dan pemberdayaan masyarakat yang tujuan
akhirnya adalah meningkatnya kualitas sumberdaya
manusia Indonesia di masa depan,“ tandasnya.
Acara Rakortas menghadirkan pula penggagas
Posdaya, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr
Haryono Suyono yang memaparkan tema “organisasi
dan isi Posdaya dalam rangka merangsang
pemberdayaan keluarga menjadi keluarga yang
sehat, cerdas dan sejahtera” didampingi Direktur
Akademik Ditjen Dikti Depdiknas Dr Ir Illah
Sailah, MS.
“Kita sepakat bahwa Posdaya atau Go to Field
mempunyai tujuan sama yaitu membangun program
dengan tujuan terpadu untuk masyarakat
madani yang lebih kuat. Jadi kalau pemerintah itu
dari atas karena birokrasi ini justru dari bawah, kita
membangun masyarakat madani yang bersatu,”
kata Prof Haryono menyikapi paparan yang
disampaikan Rektor IPB mengenai Go to Field di
hadapan peserta Rakortas.
Prof Haryono menegaskan bidang-bidang
yang bisa digarap Posdaya antara lain: Pertama,
bidang kewirausahaan (pelatihan wirausaha,
magang, usaha ekonomi yang diikuti kelompok
ibu-ibu muda dan remaja perempuan).
“Kewirausahaan ini bisa dikembangkan di antaranya
dalam bentuk pemberdayaan keluarga petani,
pemberdayaan keluarga peternak, pemberdayaan
keluarga melalui Koperasi dan Usaha Kecil
dan Menengah,” tegas Prof Dr Haryono Suyono.
Kedua, bidang pendidikan berupa pembentukan
PAUD, pemberantasan buta aksara, pelatihan
ketrampilan anak-anak putus sekolah.
Ketiga, promosi hidup sehat. Beberapa kegiatan
prioritas dalam promosi hidup sehat antara lain:
merangsang budaya hidup sehat dan bergizi,
mewujudkan keluarga kecil-bahagia-sejahtera,
serta penyegaran Posyandu.
Terkait dengan pertanyaan perlunya Posdaya
padahal di masyarakat selama ini sudah ada PKK
maupun Posyandu, Prof Haryono mengatakan kehadiran
Posdaya bukanlah sebagai pesaing PKK
maupun Posyandu. Justru keberadaan ketiganya
dapat disinergikan dalam bersama-sama memberdayakan
masyarakat.
Prof Haryono berpesan, meski ada mahasiswa
yang berperan sebagai pendamping dalam pengembangan
program-program Posdaya, namun
masyarakat jangan bergantung kepada mahasiswa
sehingga jangan sampai kejadian, setelah tidak
ada mahasiswa yang mendampingi, Posdaya pun
bubar dan masyarakat pun kembali tidak berdaya.
“Untuk itu masyarakat perlu pandai-pandai menyerap
ilmu dan pengalaman dari proses-proses
kegiatan Posdaya,” tandas Prof Dr Haryono
Suyono. ADE S/DH
Dari kanan ke kiri:
Ketua Yayasan
Damandiri
Prof Dr Haryono Suyono,
Rektor IPB Dr Ir Herry
Suhardiyanto, MSc dan
Wakil Walikota Bogor
Ir Achmad Ru’yat, MSi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar