Rabu, Juni 02, 2010

makalah tentang sungai

MAKALAH

KEAGUNGAN AIR

Diajukan untuk melengkapi tugas akhir UAS mata kuliah Kimia Dasar II
Oleh:


Roma Nugraha Rusputra






PRODI BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2010




KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan pada pembaca sekalian yang haus akan ilmu dan serba ingin tahu fenomena alam yang terjadi saat ini “Sungai di Dasar Laut”
Makalah ini, diajukan untuk mengisi nilai tugas Kimia Dasar II, serta mencoba untuk memaparkan fenomena alam yang terjadi dikehidupan kita..Disini, penulis berusaha menyajikan makalah ini agar lebih mudah dicerna, dihayati, dan diamalkan oleh semua kalangan baik dikalangan pelajar, maupun kalangan umum.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah. Dan berharap, mudah – mudahan makalah ini memberikan manfaat yang banyak bagi pembaca sekalian.


Penulis,












i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penulisan
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Air, Sungai, Laut
2.2 Asal Mula Fenomena Sungai dibawah Laut
2.3 Fenomena Sungai dibawah Laut, Ditinjau Segi Ilmu Pengetahuan
2.4 Fenomena Sungai dibawah Laut, Ditinjau Segi Ayat Al-qur'an

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran – Saran

DAFTAR GAMBAR
DAFTAR PUSTAKA






ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.4 Latar Belakang
Akhir-akhir ini, kita dihebohkan dengan adanya berita sungai dibawah laut. Mega fenomena ini, membuat semua orang tercengang. Dari fenomena ini, kami mencoba untuk mengkaji lebih dalam lagi _las an yang
mendasiri mengapa hal ini dapat terjadi. Baik dilihat dari segi agama, berupa ayat al-qur’an, maupun dari segi ilmu pengetahuan.

1.2. Tujuan
Dari pembuatan makalah ini, kami ingin mengetahui, _las an yang mendasari timbulnya fenomena di bawah laut. Dengan menguak fakta dari agama berupa ayat al-qur’an dan ilmu pengetahuan.

1.3. Rumusan Masalah
Ada beberapa hal yang ingin kami coba unuk mengkaji mengenai fenomena sungai dibawah laut ini. Antara lain:
1. Apa pengertian dari air?
2. Apa engertian sungai?
3. Apa Pengertian dari Laut?
4. Surat dalam ayat alqur’an apa, yang membuktikan peristiwa sungai dibawah laut?
5.Secara ilmu pengetahuan, apa yang melatar belakangi peristiwa terjadinya fenomena sungai dibawah laut?

1.4 Metode
Dalam pembuatan makalah ini, kami menggunakan metode Tinjauan Pustaka, yang bersumber di media elektronik.







1

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Air, Sungai, Laut
Fenomena yang menyangkut keberadaan sungai dibawah laut, membuat banyak praduga mengenai keberadaan atas fenomena alam ini. Untuk mengawali pembahasan ini, lebih baik, kita lihat secara umum, mengenai pengertian dari Air, Sungai, maupun Laut.
1. Air
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut.
2. Sungai
Sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

2
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sundai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertantu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
3. Laut
Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra.
Air di laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni.

Dari pengertian diatas,yang membedakan antara air sungai, air laut, maupun air tawar, hanya dibedakan dari salinita sirnya. Seperti data dibawah ini

Salinitas air berdasarkan persentase garam terlarut
Air tawar
Air payau
Air saline
Brine

< 0.05 % 0.05 - 3 % 3 - 5 % > 5 %
Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%



3
2.2. Asal Mula Fenomena Sungai dibawah Laut
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. Edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
Di Cenote Angelita, Meksiko terdapat sebuah gua. Jika kita menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika kita menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu kita dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun-daunan.
Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter. Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.
Dalam foto dan video yang beredar ternyata hasil gambar yang dihasilkan sangat menakjubkan. Keindahan alam di dalam foto dan video yang luar biasa tersebut bahkan sampai membuat heboh dan takjub berbagai orang yang melihatnya. Bahkan dalam videonya yang beredar tampak penyelam itu seperti terjun dan berenag di dalam sungai di dasar laut.


4
Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang. “Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida,” kata Anatoly.
Jika kita termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi
“Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.



5
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi

“Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan”

ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.”
Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.”

Bila seorang bertanya,: “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Sempat heboh tentang keberadaan sungai dalam laut yang ditemukan di mexico, berbagai opini pun muncul, mulai pakar telematika, photografi, kelautan dll, semua memberikan perdapat sendiri-sendiri. Terlepas dari pendapat kita sebagai manusia yang simpang siur, bagaimana al-Qur’an memandang adanya Sungai dalam laut? Ternyata mu’jizat al-Qur’an semakin terbukti, 1400 tahun (lebih) yang telah lewat, sebelum kecanggihan teknologi hadir.




6
Allah SWT telah berfirmat dalam Surat Al-Furqon Ayat 53 menerangkan tentang fenomena terjadinya Sungai / air tawar yang mengalir besandingan dengan air laut (yang saat ini terbukti di Mexico). Ayat tersebut berbunyi :

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا﴿٥٣﴾

(53)Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

2.3. Fenomena Sungai dibawah Laut, Ditinjau Segi Ilmu Pengetahuan
Suasana sungai dibawah laut memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.
Namun tentu saja, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun nampak seperti sungai. Biasanya gas itu terkumpul di dasar laut sampai mereka meledak dengan mendadak. Saat gas itu mencapai ke permukaan, kombinasi hidrogen dengan oksigen yang membentuk air membuat sulfur putih padat membentuk lapisan endapan ke dalam lautan, yang membuat hidrogen sulfida menjadi racun alami buat ikan, tapi pengaruh buruk bagi manusia masih belum jelas diketahui.






7

1. Hidrogen Sulfida
Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.
Hidrogen sulfida juga dikenal dengan nama sulfana, sulfur hidrida, gas asam (sour gas), sulfurated hydrogen, asam hidrosulfurik, dan gas limbah (sewer gas).
Hidrogen sulfida merupakan hidrida kovalen yang secara kimiawi terkait dengan air (H2O) karena oksigen dan sulfur berada dalam golongan yang sama di tabel periodik.
Hidrogen sulfida merupakan asam lemah, terpisah dalam larutan aqueous (mengandung air) menjadi kation hidrogen H+ dan anion hidrosulfid HS−:
H2S → HS− + H+
Ka = 1.3×10−7 mol/L; pKa = 6.89.
Ion sulfid, S2−, dikenal dalam bentuk padatan tetapi tidak di dalam larutan aqueous (oksida). Konstanta disosiasi kedua dari hidrogen sulfida sering dinyatakan sekitar 10−13, tetapi sekarang disadari bahwa angka ini merupakan error yang disebabkan oleh oksidasi sulfur dalam larutan alkalin. Estimasi terakhir terbaik untuk pKa2 adalah 19±2[1].
Hidrogen sulfida atau H2S adalah gas beracun. Gas ini dapat dijumpai terlarut di dalam air laut, danau atau sungai. Di laut atau di danau atau sungai, gas ini berasal dari aktifitas bakteri pereduksi sulfat di lingkungan anaerob atau lingkungan beroksigen rendah.



8
Kondisi yang anaerob di ketiga lingkungan tersebut terdapat di dasarnya, yaitu beberapa senti meter di bawah permukaan sedimen dasar; atau di lingkungan yang memiliki sirkulasi air yang buruk sehingga lingkungan tersebut kekurangan oksigen.

Resume : Keajaiban Cenote Angelita
1. Terdapat lapisan air tawar dan air asin yang tidak tercampur, seperti ada dinding yang membatasinya.
2. Bentuk lapisan Hidrogen Sulfida yang terlihat seperti aliran sungai.
Mengapa hidrogen sulfida bisa berwujud sungai di dasar laut adalah karena pengaruh berat jenis zat tersebut. hidrogen sulfida memiliki berat jenis yang lebih berat dari pada campuran air laut (natrium sulfida, dll). Hal ini dpt dibayangkan seperti minyak dengan air dimana tingkatan berat jenisnya minyak, air tawar, air laut, dan baru campuran hidrogen sulfida diatas. hidrogen sulfida karena berat jenis yang lebih besar akan cenderung mengumpul di dasar lautan. inilah yang tampak seperti alur sungai di atas.
Lokasi: Cenote Angelita, Mexico

2. Proses Meledaknya Gas Hidrogen Sulfida dalam Air Laut
Memang, berat jenis gas H2S lebih berat ketimbang campuran air laut, semisal natrium sulfida. Lantaran berat jenisnya lebih besar, maka gas ini akan cenderung mengumpul di dasar laut yang tampak terlihat seperti alur sungai.
Biasanya gas itu terkumpul di dasar laut sampai mereka meledak dengan mendadak. Saat gas itu mencapai ke permukaan, kombinasi hidrogen dengan oksigen yang membentuk air membuat sulfur putih padat. Selanjutnya, akan membentuk lapisan endapan ke dalam lautan


9
Pada dasarnya, H2S itu bersifat asam, jika bercampur dengan air laut atau garam yang terkandung dalam air laut, maka gas itu bisa berbahaya bagi biota laut, namun cukup aman bagi manusia.
Gas ini dapat dijumpai terlarut di dalam air laut, danau, atau sungai, yang berasal dari aktivitas bakteri pereduksi sulfat di lingkungan anaerob alias lingkungan beroksigen rendah.
Kondisi yang anaerob di ketiga lingkungan tersebut terdapat di dasarnya, yaitu beberapa sentimeter di bawah permukaan sedimen dasar. Atau di lingkungan dengan sirkulasi air yang buruk, sehingga lingkungan tersebut kekurangan oksigen.

3. Tanaman yang Timbul di Lapisan Hidrogen Sulfida
Gua Kecil Cenote Angelita atau Gua Bidadari Kecil agaknya menyimpan sejumlah pertanyaan besar. Menurut laman Oceanquestmexico, pada kedalaman lebih dari 30 meter, air di sekitarnya sangat segar layaknya air tawar.
Beberapa kalangan menilai daerah yang mirip “sungai” di Gua Angelita itu, bukanlah sungai di bawah laut, namun “sungai” di bawah gua atau lubang besar dalam tanah yang di sebut Cenote Angelita (Gua Angelita).
Lubang besar di bawah tanah umumnya diisi air segar dengan kedalaman 35 kaki atau lebih. Jika lebih dari itu, penyelam akan mengalami keganjilan kadar garam, yakni batasan yang membedakan air segar (tawar) berada di atas air asin.

2.4. Fenomena Sungai dibawah Laut, Ditinjau Segi Ayat Al-qur'an
Secara garis besar, fenomena sungai dibawah laut ini, disebabkan adanya larutan hydrogen sulfide, yang memiliki massa jenis yang berbeda antara air laut dan air sungai.




10
Ternyata, fenomena keberadaan dua ala mini, telah allah tunjukan sebelum manusia mengetahuinya, yang terkuak dalam beberapa ayat al-qur’an seperti hanya dalam beberapa surat alqur'an:

أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارً۬ا وَجَعَلَ خِلَـٰلَهَآ أَنۡهَـٰرً۬ا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٲسِىَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَـٰهٌ۬ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَڪۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)

َهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا﴿٥٣﴾
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." (Al Qur'an, 55:19-20)

Apabila kita benar-benar orang-orang beriman apabila dibacakan ayat-ayat Allah SWT kepada kita bertambahlah keimanan kita kepada Allah SWT, dan kita bertawakal kepadanya, Allah SWT berfirman :
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُہُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡہِمۡ ءَايَـٰتُهُ ۥ زَادَتۡہُمۡ إِيمَـٰنً۬ا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (QS. Al-Anfal [8] : 2

11
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Dari penjelasan yang telah dipaparkan dalam pembahasan sebelumnya, dapat kita tarik kesimpulan:
1. Sungai di dasar laut adalah karena pengaruh berat jenis zat tersebut. hidrogen sulfida memiliki berat jenis yang lebih berat dari pada campuran air laut (natrium sulfida, dll). Hal ini dpt dibayangkan seperti minyak dengan air dimana tingkatan berat jenisnya minyak, air tawar, air laut, dan baru campuran hidrogen sulfida diatas. hidrogen sulfida karena berat jenis yang lebih besar akan cenderung mengumpul di dasar lautan
2. Biasanya gas iHidrogen Sulfida terkumpul di dasar laut sampai mereka meledak dengan mendadak. Saat gas itu mencapai ke permukaan, kombinasi hidrogen dengan oksigen yang membentuk air membuat sulfur putih padat. Selanjutnya, akan membentuk lapisan endapan ke dalam lautan
3. Ayat Qur’an yang mendukung terhadap fenomena sungai di dasar laut, dapat kita tinjau dari surat:
• (QS Fushshilat : 53)
• (Q.S Al Furqan:53)
• (Al Qur'an, 55:19-20)

3.2. SARAN-SARAN
Dalam pembuatan makalah ini, diperlukan beberapa perbaikan, untuk menunjang pada pembuatan nakalah selanjutnya, antara lain:
1. Menambah referensi mengenai materi yang di paparkan
2. Mengkaji lebih dalam lagi mengenai penyebab terjadinya fenomena air sungai dibawah air laut






12
LAMPIRAN GAMBAR SUNGAI DIDAASAR LAUT









13

DAFTAR PUSTAKA

http://superavideo.wordpress.com/2010/03/09/subhanallah%E2%80%A6-ada-sungai-dalam-laut/

http://cahayaimani.multiply.com/journal/item/173

http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/01/14/benarkah-terdapat-sungai-di-dasar-laut/

http://_ Air tawar dalam laut mexico menurut al-Qur’an « mbahnya.wordpress.com.htm

http://air-tawar-yang-segar-didasar-lautan.htm

lhttp://wahyuancol.wordpress.com/2009...rogen-sulfida/

http://www.satuiku.com/2010/03/cenote-angelita-sungai-di-bawah-laut.html

http://saga-islamicnet.blogspot.com/2010/03/misteri-sungai-di-bawah-laut.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar